
M-A-A-F.
Empat huruf yang bisa berarti banyak dan sangat dalam. Orang meminta maaf bila merasa berbuat salah. Mengatakan maaf dan berharap agar kesalahan yang dia perbuat di lupakan atau dimaklumi dengan empat huruf tersebut. Berharap agar kekhilafan yang dia perbuat lebur dengan empat huruf itu. Namun pernahkah terfikir, maaf saja cukup buat menghapus semua salah dan khilaf yang telah dilakukan? Apa guna kata maaf kalau kesalahan dan kekhilafan yang kita mintakan maaf itu terus kita ulang dan kita perbuat lagi esok dan kelak. Apa guna kata maaf bila maaf itu cuma sekedar 'maaf' tanpa ada keinginan untuk memperbaiki diri atau menyesali kesalahan yang telah terjadi. Maaf hanya jadi sekedar simbol. Hanya sekedar menjadi suatu kebiasaan. Bila salah harus minta maaf. Namun arti dari maaf itu sendiri sirna.
Kebalikannya, bila kita memberi maaf maka harus tulus. Maaf yang tulus itu harus dari hati yang paling dalam. Dalam artian kita tulus memaafkan dan tidak mengingat atau mendendam kembali kesalahan yang telah dimintakan maaf orang kepada kita. Bukan sekedar maaf di bibir saja. Bibir memberi maaf, tapi hati masih tak ridho. Hanya sekedar keharusan memberi maaf agar tidak dicap sebagai pendendam. Jika begitu lalu apa guna memberi maaf?
Kata maaf hanya jadi sekedar simbol belaka. Hanya suatu hal yang harus diucapkan dan dilakukan bila melakukan kesalahan. dan org yang telah dirugikan atau disalahi harus memberi maaf. Wah, kok jadi kaya semacam timbal balik saja ya?
Lalu seharusnya maaf seperti apa dan memberi maaf yang seperti apa seharusnya? Jika meminta maaf mintalah dari dasar hati yang paling dalam dengan penyesalan dan keinginan untuk memperbaiki diri dan janji sebisa mungkin dalam hati untuk tidak akan mengulang lagi kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Demikian pula untuk yang memberi maaf. Harus tulus dari dasar hati. Maaf yang diberikan tidak menyisakan lagi dendam dan kebencian. Itu hakikat 'maaf' yang benar kali yah...
Btw.. tau ngga? Berdasarkan survey, ternyata kaum wanita itu lebih mudah memaafkan tapi tidak mudah melupakan kesalahan. Sementara kaum lelaki lebih susah untuk memaafkan tapi lebih mudah untuk melupakan kesalahan. Dengan kata lain, wanita lebih mudah memberikan maaf untuk sebuah kesalahan tapi butuh waktu yang lama (atau bahkan ngga akan pernah) untuk melupakan kesalahan yang telah dia berikan maaf itu. Jadi kayanya kalau berantem wanita pasti suka ngungkit2 kesalahan lama dari pasangannya :P. Sementara pria lebih susah untuk memaafkan, tapi sekali memaafkan dia ngga akan pernah mengungkit2 lagi kesalahan yang sudah dia maafkan itu. Jadi kayanya bener deh kalo cewe yang salah pasti cowonya ngambeknya lebih lama atau bahkan ngga memaafkan (putus gitu loh :P) karena pada dasarnya mereka memang lebih susah untuk memaafkan suatu kesalahan. tapi kalo lagi berantem atau selisih pendapat jarang banget mengungkit2 kesalahan yang telah lalu.
Bener ngga sih? Bener deh kayanya...hihihihi
^_^


eh ya bisa..hehhe..muach..
ReplyDelete